SEKILAS INFO!!! Apakah anda sedang Mencari Pekerjaan ??? Silahkan lihat informasinya disini : Lowongan Kerja Terbaru

Disdik Ancam Cabut Sertifikasi Guru Malas

Sergur- Sertifikasi Guru tahun 2015 - Munculnya kasus penikaman yang dilakukan oleh salah satu siswa di SMUN 19 Palembang beberapa waktu lalu, membuat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang berang. hal tersebut terjadi pada saat jam sekolah yang mana seharusnya guru atau pegawai sudah stand by di sekolah.

Jika guru tidak ada di sekolah pada saat jamnya, maka tingkat kedisiplinan guru di Palembang masih dipertanyakan.

Kadisdikpora Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan pihaknya akan melakukan tindakan tegas jika ada guru atau kepala sekolah yang melanggar disiplin dalam proses pembelajaran.

"Selama ini kesalahan guru dalam soal kedisiplinan sering ditutupi. Kedepan akan kita akan memberi aturan tegas untuk menimbulkan efek jera. Jangan sampai kasus kriminalitas di sekolah akibat kelalaian guru terulang lagi, " ujarnya saat menghadiri Bimtek pengaturan sanksi disiplin di kalangan PNS, Kamis (5/3).

Sertifikasi Guru Honorer

Sergur - Sertifikasi guru tahun 2015 - Saat ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Jeneponto, akan memprioritaskan guru honorer yang bertugas di daerah terpencil untuk mendapat sertifikasi tahun 2015.

Berdasarkan info dari Kepala Disdikpora Jeneponto, Masri mengatakan, selain guru yang sudah berstatus PNS, guru honorer di daerah terpencil yang belun disertifikasi akan menjadi prioritas. “Kita lebih utamakan guru honorer selain guru PNS untuk disertifikasi,” ujar Masri.

Kendala mereka saat ini, kata Masri, banyak guru honorer tidak memiliki surat keputusan (SK) pengkatan yang ditanda tangani oleh bupati. Mereka hanya mengantongi SK pengangkatan dari kepala sekolah tempat mereka mengabdi.

“Sekarang kita berusaha guru honorer harus mendapatkan SK bupati, agar mereka bisa mendapatkan sertifikasi,” ujar Masri.

Saat ini, lanjut dia, jumlah guru honorer di Jeneponto kurang lebih 1000 orang, hampir sebanding dengan jumlah guru PNS saat ini. Jika sudah mengantongi SK disertifikasi, paparnya, guru honorer ini sudah bisa mendapatkan tunjangan minimal Rp1,5 juta per bulan.

Skema Sertifikasi Guru Gagal

Sergur - Sertifikasi guru 2015 - Berdasarkan info terbaru , skema pelatihan guru melalui program sertifikasi yang digagas oleh pemerintah sejak disahkannya Undang-undang Guru dan Dosen (UUGD) nomor 14 tahun 2005, dianggap gagal meningkatkan kualitas guru dalam mengimplementasikan pembelajaran di sekolah.
Skema pelatihan untuk memperoleh legalitas profesi sebagai guru hanya berlangsung selama 19 hari, dan itu dinilai tidak cukup membuat guru menjadi terampil di sekolah dalam mencari metode dan cara mengajar yang baik.

“Setelah mengikuti pelatihan, para guru ternyata masih saja ada yang menggunakan cara-cara lama dalam mengajar, artinya skema sertifikasi sekarang belum maksimal membuat guru menjadi paham,” terang Kepala Program Pengambangan Profesi Guru (P3G), Abdullah Pandang, kemarin.

Selain itu, menurut dosen bimbingan konselin di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM itu mengatakan, para guru yang mengikuti program sertifikasi guru kebanyakan hanya mengejar tunjangan ketika berhasil mendapatkan legalitas profesinya sebagai guru, dengan mengesampingkan keterampilan sebagai guru dalam mengajar mampu ditingkatkan.

Skema pelatihan yang telah dijalani guru hanya diisi dengan workshop di beberapa kampus untuk memperkuat potensi yang dimiliki guru. Namun setelah itu diminta untuk mempresentasekan. “Skema ini tidak maksimal, sehingga di tahun 2015 ini skemanya diberlakukan lain.
Pengembangan Profesi Guru (PPG) harus ditempuh selama setahun,” ujarnya.

Berdasarkan data kelulusan sertifikasi guru rayon 1-24 UNM terhitung sejak tahun 2007 hingga tahun 2014, sudah ada sebanyak sebanyak 76.736 guru yang telah sertifikasi, masing-masing dari empat pola sertifikasi yakni kementerian kelautan, kementerian perindustrian, kementerian pendidikan dan kebudayaan serta kementerian agama.

Jumlah tersebut setiap tahun mengalami peningkatan sangat signifikan, dimana pada tahun 2012 sebanyak 9.934 guru yang lulus sertifikasi, meningkat menjadi 11.580 di tahun 2013, tetapi memasuki tahun 2014 turun menjadi 6.007.
Lulusan sertifikasi guru yang tersebar dibeberapa daerah di wilayah bagian timur Indonesia ini, belum memberikan kontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

Terbukti semakin banyaknya murid-murid yang menjadi pelaku tindakan kriminal. Padahal anggaran yang digolongtorkan pemerintah untuk menghargai pada guru setiap tahun meningkat. Untuk tahun 2015 saja anggaran sertifikasi sebesar Rp 80 triliun. meningkat dari tahun sebelumnya 2014 yang hanya Rp 65 triliun. “Tugas guru tidak saja mengajarkan ilmu pengetahuan tetapi juga memperbaiki akhlak siswa,” tuturnya.

Anggota DPRD kota Makassar, Mario David justru berpendapat lain. Menurutnya, para pelaku kriminal di jalan kebanyakan adalah anak-anak jalanan yang putus sekolah. “Anak-anak pelaku kejahatan adalah mereka yang putus sekolah, broken home dan tidak diperhatikan lingkungannya serta rusak karena pergaulan,” kata Mario.

Staf Pemetaan Mutu Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel, Abdul Salam menjelaskan, tidak ada kebijakan yang baru terkait pergantian kurikulum, yakni kurikulum 2013 ke KTSP. Pelatihan guru pun telah dilangsungkan sudah sejak kurikulum 2013 dicanangkan. Olehnya, setelah perubahan, perbaikan kualitas guru tidak perlu dilakukan kembali. “Dulu kita latih tujuh puluh ribu guru yang sepaket dengan kurikulum. Untuk pergantian kurikulum dari pemerintah pusat, kita tidak jalankan lagi pelatihannya, karena kalau KTSP, para guru saya nilai sudah paham,”jelas Salam.

Terkait kucuran dana yang ditambah oleh pemerintah pusat mengenai pembaruan kualitas guru, Salam enggan berkomentar dan menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, pihaknya hanya menjalankan metode dan prakteknya. “Kita kan dibawahi dan diintruksikan langsung oleh kementerian pendidikan. Masalah kucuran dana yang ditambah ke pemprov, mau dipakai apa, itu Pemprov yang atur. LPMP sama sekali tidak mengurusi pendanaan,”katanya. (rah-m6/awy). Sumber: http://radarmakassar.com/skema-sertifikasi-guru-gagal/3652/

Penetapan Calon Peserta Sertifikasi Guru 2014 Masuk Tahap Kedua

Sertifikasi Guru 2014-2015 | Informasi berikut ini yaitu seputar proses Penetapan Calon Peserta Sertifikasi Guru 2014 yang  sudah sampai pada tahap kedua.
Seperti dikutip dari laman forumptk.org, proses ini sampai pada tahapan penetapan peserta yang dijadwalkan akan berlangsung dalam rentang waktu 1 Februari s.d 31 Maret 2014.


Penetapan calon peserta sebagaimana yang tercantum didalam Buku 1 sertifikasi guru 2014 akan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :

Tunjangan Sertifikasi Guru Tidak Jelas

MANADO - Sertifikasi Guru | Pembayaran Tunjangan Sertifikasi  Guru (TSG) di Manado tidak jelas. Pasalnya, janji Dinas Pendidikan untuk menyalurkan TSG pekan lalu tak jua terealisasi.

Hal ini keluhkan para 'Oemar Bakrie' di Manado. Salah seorang guru yang enggan namanya dikorankan terang-terangan mengaku merasa dibohongi terkait penyaluran TSG. "Kata pihak Dinas Pendidikan, semua akan langsung bisa menerima TSG asalkan berkasnya sudah dilengkapi. Namun kenyataannya, meski semua berkas sudah lengkap, TSG belum kami terima sampai saat ini. Kami menduga ada yang tidak beres dalam penyaluran ini. Masa di kabupaten/kota lain triwulan tiga sudah dibayarkan sedangkan kami, triwulan dua pun belum kami terima," beber guru tersebut. Kepala Diknas Manado Dante Tombeg ketika dikonfirmasi menyatakan penyaluran TSG tidak bermasalah. Hanya prosesnya yang sedikit mengalami keterlambatan, sehingga kini Diknas terus menggenjot proses pencairannya.

"TSG triwulan dua kan sudah dicairkan. Kenapa dipertanyakan lagi? Kalau yang bersangkutan belum menerima, mungkin berkasnya yang belum lengkap sehingga belum kami proses. Pekan ini rencananya kami akan mencairkan TSG Triwulan tiga bagi para guru yang berkasnya sudah lengkap," jelas Tombeg.

Ia menambahkan, dalam pencairan TSG tahun 2011 dan 2012, jatahnya mengalami pemotongan dengan berbagai alasan yang tidak jelas. "2011 triwulan empat dipotong satu juta dari setiap guru. Tak hanya itu saja, triwulan empat yang harusnya dibayar untuk tiga bulan, saya dan teman-teman hanya menerima pembayaran untuk satu bulan," ungkapnya.

"Kami berharap pengertian dari rekan-rekan guru karena kami saat ini sementara bekerja untuk kepentingan kalian dan tidak hanya diam," sambung lelaki yang dikenal tegas namun familiar ini.

Sumber Artikel : JPNN