SEKILAS INFO!!! Apakah anda sedang Mencari Pekerjaan ??? Silahkan lihat informasinya disini : Lowongan Kerja

TELUSURI MANDEKNYA DANA SERTIFIKASI GURU RP10 T

Sergur (Info Sertifikasi Guru) -Tim khusus yang dibentuk Inspektorat Jenderal Kemendikbud, yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), masih melakukan kajian terhadap mandeknya penyaluran dana tunjangan sertifikasi guru. Tim ini sudah mulai bekerja beberapa waktu, menyikapi dana tunjangan sertifikasi 2012 sebesar Rp10 triliun yang mengendap di sejumlah kas pemda, yang sempat heboh.
Irjen Kemendikbud, Haryono Umar menjelaskan, tim ini nantinya merekomendasikan mekanisme yang dianggap paling tepat, agar dana bisa sampai ke kantong guru dengan cepat. Selain itu, tim juga akan melakukan langkah-langkah penindakan. Jadi, tim ini pula yang akan menelusuri mandeknya dana sertifikasi guru tahun ini, seperti diduga juga terjadi di sejumlah daerah di Sumut. “Nanti akan kita lihat, di mana mandeknya, dan untuk apa uang itu,” ujar Haryono Umar kepada koran ini di Jakarta, kemarin (27/5).  Tidak hanya pemda yang disasar. Jika memang kemenkeu belum menyalurkan dana dimaksud, maka akan ditanya apa alasannya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemendikbud Prof Ainun Naim  menyebutkan, alokasi anggaran tunjangan sertifikasi guru tahun 2013 sebesar Rp43 triliun. Tahun 2012 sebesar Rp10 triliun.

Untuk SK Sertifikasi, Guru Malah Dikutip Rp 400.000


Sergur(Sertifikasi Guru) - Kompas, Dugaan adanya praktik pungutan liar menjelang terbitnya Surat Keputusan Sertifikasi untuk pencairan dana sertifikasi di kalangan guru di Klaten, Jawa Tengah. 

Kesaksian muncul dari salah satu guru di SMP di Klaten yang meminta namanya dirahasiakan. Dia mengaku harus membayar Rp 400.000 kepada sebuah lembaga bernama PMPTK (Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan) agar Surat Keputusan Sertifikasi bisa diterbitkan.

"Saat itu semua guru yang belum keluar SK sertifikasinya dikumpulkan di sekolah masing masing dan mendapat informasi bahwa SK yang belum keluar akan hangus pada akhir Mei, namun bisa tidak hangus apabila diuruskan PMPTK dengan menyetor Rp 400.000," kata guru T (51).

"Saat itu saya mengatakan tidak membawa uang sebesar itu, namun justru pihak sekolah memaksa dengan cara memakai uang sekolah terlebih dahulu dan nanti potong gaji," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (21/5/2013) siang. 

"Saya sempat membaca di internet, sebetulnya Menteri Pendidikan M.Nuh pernah menjelaskan bahwa SK tidak akan pernah hangus, hanya tertunda karena data yang belum komplit," katanya lagi. 

T sudah mengabdi menjadi guru selama 27 tahun. Ibu guru tersebut menceritakan pada akhir 2012, setiap guru harus menyerahkan Data Pokok Pendidik untuk mengurus Surat Keputusan Sertifikasi secara online, dan setelah data komplit akan keluar SK untuk mendapatkan dana sertifikasi sebesar kurang lebih Rp 13-14 juta per semester. 

"Bisa dibayangkan Rp 400.000 dikalikan sekitar 2.000 guru yang belum dapat SK. Saya meyayangkan kenapa di daerah dipersulit, wong dipusat saja di permudah," kata T lagi.  
Hal serupa juga dialami ibu guru R (38), yang sudah bekerja menjadi guru selama 14 tahun. "Kemarin, Senin (2/5/2013), ada berdelapan dikumpulkan ke ruang kepala sekolah, dan diberitahukan tentang permintaan dari dinas untuk SK yang belum turun. "Ada biaya Rp 400.000 agar tidak hangus diakhir Mei ini," katanya. 

Sementara itu, hingga saat ini Dinas Pendidikan Klaten masih belum bisa dimintai keterangan terkait tuduhan pungli tersebut. 

Tunjangan Sertifikasi Guru 2013 Tersendat


SERGUR (Sertifikasi Guru). Tertundanya tunjangan sertifikasi guru pada triwulan I 2013 ini diakui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi dan Kota Samarinda merupakan permasalahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kepala Disdik Kota Samarinda Ibnu Araby mengaku tak bisa berbuat banyak karena pihaknya hanya sebagai pengawas, bukan penentu kebijakan.
“Apabila ada masalah atau keterlambatan, muasalnya dari pusat. Seperti tahun 2011 lalu, terjadi keterlambatan karena anggaran dari Kementerian Keuangan terbatas. Namun hal tersebut telah diatasi dengan pencairan dana yang berasal dari APBN-P 2013,” jelasnya, kemarin (20/5).
Mendampingi Ibnu, Kasubbag Keuangan Disdik Kota Samarinda Yusran mengatakan lupa soal berapa banyak jumlah guru yang tertunda tunjangan sertifikasinya. Kembali Ibnu mengatakan, pihaknya tak pernah sengaja melakukan penundaan terkait pembayaran tunjangan profesi ini. “Selama tak bermasalah dan dana telah tersedia, pasti kami bayarkan,” ujarnya. Kemudian dia menceritakan, pihaknya juga pernah berinisiatif untuk membayar terlebih dahulu tunjangan profesi yang tertunda ini. “Namun hal itu ditentang pusat, kata mereka menyalahi aturan. Jadi kami tak bisa berbuat banyak, para guru kami minta bersabar,” kata Ibnu.
Sebelumnya, dari pihak guru mengeluhkan soal keterlambatan pencairan tunjangan ini. Kepala SMP 1 Samarinda Djoko Iriandono mengatakan, tunjangan untuk 2011 pembayarannya kurang sebulan dan 2012 pembayarannya kurang dua bulan. Sedangkan 2013 belum sama sekali belum dibayarkan. “Alasannya karena menunggu SK sertifikasi keluar,” ujarnya.
Kembali Ibnu menjelaskan, keluarnya SK sertifikasi bergantung pada beberapa faktor. “Bisa jadi guru tersebut belum memenuhi persyaratan atau data-data yang ada belum valid,” kata Ibnu.
Selanjutnya dia membeberkan, persyaratan yang harus dimiliki para guru untuk menerima sertifikasi adalah telah mengabdi selama paling sedikit lima tahun. Parameter lainnya adalah mampu mengajar secara tatap muka selama 24 jam per minggu. “Jadi, minimal guru tersebut harus mengajar selama empat jam per hari. Selain itu harus dipastikan bahwa data yang diberikan valid sesuai data pokok pendidikan (Dapodik),” ujarnya. Terpisah, Staf Bidang Pembinaan TK, SD, dan SLB Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim Sinarwi menyebutkan, saat ini tunjangan profesi untuk pendidikan dasar (Dikdas), baru 338 guru yang di SK-kan, tunjangan fungsional 2.250 penerima dari 3.195 guru, tunjangan khusus 1.441 orang dari 1.804. Sementara untuk tunjangan kualifikasi melampaui batas kuota yang seharusnya hanya 370 keluar 855 guru.
Tunjangan profesi yang ditangani Disdik Kaltim khusus guru yang mengajar di sekolah swasta dan sekolah dibawa binaan Disdik Kaltim, seperti SLB. Untuk negeri dibebankan oleh Disdik kabupaten/kota masing-masing,” ucapnya.
Sekadar diketahui, tunjangan profesi untuk guru bukan PNS dan di bawah binaan provinsi, tunjangan fungsional diberikan untuk guru honorer, tunjangan khusus untuk guru di daerah terpencil seperti Nunukan, Malinau, dan Kutai Barat, serta tunjangan kualifikasi untuk guru yang studi sarjana.

Sumber Artikel Resmi : Kaltim Post

SK Sertifikasi Guru Mulai Dibagikan


Sertifikasi guru Indonesia - Pada saat ini ada sekitar Sekitar 2.700 guru sertifikasi yang dinyatakan hampir dipastikan untuk bisa menerima tunjangan secara serentak. Hal ini dikarenakan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Minahasa telah menerima Surat Keterangan (SK) Sertifikasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kepala Dikpora Minahasa, Jemmy Maramis menjelaskan SK ini adalah syarat utama dalam proses pencairan tunjangan guru sertifikasi. Beberapa pekan lalu sebagian besar guru sertifikasi belum memiliki SK seperti ini dan terancam akan terlambat menerima tunjangan guru sertifikasi.

"Kami telah menerima SK Sertifikasi dari Kemendikbud dan akan dibagikan pada masing-masing guru. Hari ini (kemarin) SK ini telah dibagikan pada 110 guru taman kanak-kanak, dan selanjutnya akan dibagikan pada guru SD, SMP, dan SMA," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, berdasarkan SK ini proses pencairan tunjangan guru sertifikasi triwulan pertama 2013 akan dilakukan. Menurutnya dana sekitar Rp 23 miliar telah dikirimkan pemerintah pusat dan sedang dalam proses pencairan untuk dibagikan pada semua guru sertifikasi. (luc)

Bulan Depan 1.147 Guru Terima Dana Sertifikasi


Sertifikasi Guru Terbaru | Tidak lama lagi 1.147 guru di Kabupaten Bungo akan menerima dana Tunjangan Prestasi (TP) sertifikasi tahun 2013. Dana sertifikasi diperkirakan cair Juni 2013. Guru yang bisa memperoleh dana itu hanya untuk jenjang pendidikan TK, SD dan SMP.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Bungo, Asrizal, melalui Kabid Data dan Informasi, Mukhlis, menjelaskan, penerima dana TP untuk tingkat TK ada 13 guru, tingkat SD 817 guru, tingkat SMP 317 guru. Sedangkan untuk guru SMA belum ada kabar beritanya.

“1.147 guru bakal menerima dana sertifikasi. Hanya saja guru SMA belum bisa dipastikan kapan menerima dana itu. Saat ini SK penerima dana sertifikasi 2013 baru untuk guru TK, SD dan SMP yang sudah turun,” ujar Mukhlis via ponsel, Selasa (14/5).

“Berkas guru-guru yang bakal menerima dana sertifikasi tersebut sedang diverifikasi. Untuk guru SMA belum ada SK-nya,” terang Mukhlis.

Mukhlis minta guru-guru yang telah menerima SK agar bersabar menunggu pencairan dana sertifikasi. Bagi guru yang belum menerima SK, akan diproses setelah agenda tahap I untuk 1.147 orang tuntas.

“Pencairan bisa dilakukan dengan dasar SK. Karena SK baru ada untuk 1.147 guru, data merekalah yang diproses saat ini,” tukas Mukhlis

Sertifikasi Guru itu Penting!

SERTIFIKASI GURU 2013 - Okezone.com - Guru sangatlah penting dan berguna. Adanya sertifikasi ini menandakan bila guru sudah memiliki kompetensi. "Karena dengan hal tersebut (sertifikasi), timbul keyakinan bahwa sang guru sudah memiliki kompetensi. Selain itu, guru harus membuat anak didiknya lebih pintar, berahklak mulia," tutur Dahlan, Dahlan, seperti dituturkan Kabag Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi, Jakarta, Minggu (12/5/2013).Menurut Dahlan, guru adalah pengobat stres orangtua dari seluruh Indonesia. Karena orangtua mempunyai dua hal yang ditakuti di dunia ini, yakni kesehatan dan pendidikan.
"Pertama, orangtua takut anaknya sakit, karena kesehatan itu penting. Kedua, takut anaknya bodoh. Makanya pendidikan itu penting sekali," kata Dahlan.

Dahlan menjelaskan, kedua hal ini ditakuti karena di masa yang akan datang orang semakin percaya bahwa perekonomian suatu negara akan semakin membaik. Kendati untuk pendidikan belum tentu.
"Karena yang bisa mencegah orangtua enggak masuk rumah sakit jiwa adalah guru. Dengan demikian, saat mengajar, guru tidak sekadar mengajar ilmu, tapi juga berusaha dan perhatian kalau ada siswa yang tertinggal," jelasnya.Dengan demikian, sang guru akan mendekati dan berusaha agar anak tersebut sama dengan anak yang lainnya.
"Dengan demikian para orangtua tidak stres lagi dan rumah sakit tidak penuh, sehingga tiket masuk surga sudah tersedia bagi guru-guru yang demikian," tambahnya.

Kadis Pendidikan Kabupaten Sumedang Herman Suryatman mengatakan Menteri BUMN berkunjung ke Sumedang untuk membuat para guru di daerah tersebut termotivasi agar lebih kreatif dan inovatif dalam mengajar.

"Kedatangan Pak Dahlan menjadi berkah bagi guru di Sumedang, sehingga meningkatkan motivasi untuk lebih kreatif dan inovatif lagi dalam mengajar, karena pak Dahlan adalah mahagurunya kreatifitas dan inovasi,"
Sumber Resmi

Data yang Diunggah ke Dapodik Harus Lengkap, Wajar, dan Benar


Sertifikasi Guru, Tidak tercantumnya nama guru dalam Data Pokok Pendidikan, salah satunya, disebabkan pengisian instrumen data oleh operator sekolah tidak lengkap. Hal demikian diutarakan Supriyatno, S.Pd., M.A, Kepala Sub Bagian Data dan Informasi, Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menanggapi keluhan sejumlah guru yang namanya belum tercantum dalam Dapodik sehingga khawatir tidak dapat tunjangan.

Pejabat Inhil Saling Tuding Terkait Keterlambatan Dana Sertifikasi Guru Tahun 2013


Sertifikasi Guru Tahun 2013 Ribuan guru di Inhil mempertanyakan keterlambatan pencairan dana sertifikasi. Ironisnya, para pejabat Disdik Inhil justru saling melempar tanggung jawab saat ditanya.
Para pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil saling lempar tangungjawab, ketika ditanya permasalahan tak kunjung dibayarkannya dana sertifikasi guru triwulan I tahun 2013 ini.

Berdasarkan informasi yang diperoleh riauterkinicom, sekitar 1490 guru belum satupun yang menerima dana sertifikasi triwulan II ini. Infonya, keterlambatan ini dikarenakan banyak diantara berkas guru tersebut yang datanya tidak valid dan atau belum menerima SK pembayaran dana sertifikasi dari pusat.

Kalau alasan belum dibayarkan, karena banyak data guru penerima sertifikasi tidak valid. Kenapa diketahui sebanyak 491 guru yang datanya valid dan telah mengantongi SK pembayaran dari pusat, tapi sampai hari ini tidak juga dibayarkan.

Tunjangan Profesi Guru Non PNS Macet 2013


Berdasarkan sumber yang saya peroleh dari JPNN.com, Kementerian pendidikan dan kebudayaan dinilai lalai dalam memenuhi hak guru non PNS memperoleh tunjangan profesi. Pasalnya sampai saat ini guru di banyak daerah belum menerima tunjangan profesi guru (TPG) tri wulan pertama. Sekretaris Jenderal Federasi serikat guru independen indonesia (FGII), Iwan Hermawan menyebutkan, dari laporan guru-guru di sejumlah daerah seperti Bandung, Cirebon, dan Balikpapan, mereka belum menerima pembayaran TPG tri wulan pertama.
"Kemendikbud lalai terhadap pemenuhan hak guru non PNS. pembayaran TPG triwulan pertama 2013 untuk guru pendidikan menengah SMA/SMK di beberapa provinsi belum dibayarkan," kata Iwan kepada JPNN.COM, Jumat (10/5)

Ribuan Guru belum terima tunjangan sertifikasi - Sertifikasi Guru 2013

Sertifikasi Guru | Sindonews.com - Hingga Mei 2013, ribuan guru di Kabupaten Tana Toraja belum menerima pembayaran tunjangan sertifikasi guru dari pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat.

Menyusul, sebagian besar guru penerima tunjangan sertifikasi belum menerima surat keputusan (SK) pembayaran tunjangan sertifikasi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Tunjangan sertifikasi guru seharusnya dibayarkan per triwulan. Tapi hingga Mei 2013 tunjangan sertifikasi itu belum dibayar karena sebagian besar guru belum menerima SK pembayaran dari Kemendikbud,” ungkap pengelolah program sertifikasi guru tahun 2013 di Dinas Pendidikan (Disdik) Tana Toraja, Marthinus Kope kepada Sindo, di Makale, Minggu(5/5/2013).

Marthinus menjelaskan, jumlah guru di tingkat SD hingga SMA/SMA penerima tunjangan sertifikasi guru di Kabupaten Tana Toraja pada tahun 2013 sebanyak 1.347 orang. Sementara SK pembayaran sertifikasi guru di kabupaten yang sudah diterbitkan Kemendikbud baru 365 SK.  Dengan begitu, ada 982 guru penerima yang SK pembayaran tunjangan sertifikasinya belum terbit karena masih diproses oleh Kemendikbud. SK pembayaran itu sebagai dasar untuk pencairan dana setifikasi yang dibayarkan tiap tiga bulan sekali.