SEKILAS INFO!!! Apakah anda sedang Mencari Pekerjaan ??? Silahkan lihat informasinya disini : Lowongan Kerja

Tunjangan Sertifikasi Guru 2013 Tersendat


SERGUR (Sertifikasi Guru). Tertundanya tunjangan sertifikasi guru pada triwulan I 2013 ini diakui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi dan Kota Samarinda merupakan permasalahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kepala Disdik Kota Samarinda Ibnu Araby mengaku tak bisa berbuat banyak karena pihaknya hanya sebagai pengawas, bukan penentu kebijakan.
“Apabila ada masalah atau keterlambatan, muasalnya dari pusat. Seperti tahun 2011 lalu, terjadi keterlambatan karena anggaran dari Kementerian Keuangan terbatas. Namun hal tersebut telah diatasi dengan pencairan dana yang berasal dari APBN-P 2013,” jelasnya, kemarin (20/5).
Mendampingi Ibnu, Kasubbag Keuangan Disdik Kota Samarinda Yusran mengatakan lupa soal berapa banyak jumlah guru yang tertunda tunjangan sertifikasinya. Kembali Ibnu mengatakan, pihaknya tak pernah sengaja melakukan penundaan terkait pembayaran tunjangan profesi ini. “Selama tak bermasalah dan dana telah tersedia, pasti kami bayarkan,” ujarnya. Kemudian dia menceritakan, pihaknya juga pernah berinisiatif untuk membayar terlebih dahulu tunjangan profesi yang tertunda ini. “Namun hal itu ditentang pusat, kata mereka menyalahi aturan. Jadi kami tak bisa berbuat banyak, para guru kami minta bersabar,” kata Ibnu.
Sebelumnya, dari pihak guru mengeluhkan soal keterlambatan pencairan tunjangan ini. Kepala SMP 1 Samarinda Djoko Iriandono mengatakan, tunjangan untuk 2011 pembayarannya kurang sebulan dan 2012 pembayarannya kurang dua bulan. Sedangkan 2013 belum sama sekali belum dibayarkan. “Alasannya karena menunggu SK sertifikasi keluar,” ujarnya.
Kembali Ibnu menjelaskan, keluarnya SK sertifikasi bergantung pada beberapa faktor. “Bisa jadi guru tersebut belum memenuhi persyaratan atau data-data yang ada belum valid,” kata Ibnu.
Selanjutnya dia membeberkan, persyaratan yang harus dimiliki para guru untuk menerima sertifikasi adalah telah mengabdi selama paling sedikit lima tahun. Parameter lainnya adalah mampu mengajar secara tatap muka selama 24 jam per minggu. “Jadi, minimal guru tersebut harus mengajar selama empat jam per hari. Selain itu harus dipastikan bahwa data yang diberikan valid sesuai data pokok pendidikan (Dapodik),” ujarnya. Terpisah, Staf Bidang Pembinaan TK, SD, dan SLB Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim Sinarwi menyebutkan, saat ini tunjangan profesi untuk pendidikan dasar (Dikdas), baru 338 guru yang di SK-kan, tunjangan fungsional 2.250 penerima dari 3.195 guru, tunjangan khusus 1.441 orang dari 1.804. Sementara untuk tunjangan kualifikasi melampaui batas kuota yang seharusnya hanya 370 keluar 855 guru.
Tunjangan profesi yang ditangani Disdik Kaltim khusus guru yang mengajar di sekolah swasta dan sekolah dibawa binaan Disdik Kaltim, seperti SLB. Untuk negeri dibebankan oleh Disdik kabupaten/kota masing-masing,” ucapnya.
Sekadar diketahui, tunjangan profesi untuk guru bukan PNS dan di bawah binaan provinsi, tunjangan fungsional diberikan untuk guru honorer, tunjangan khusus untuk guru di daerah terpencil seperti Nunukan, Malinau, dan Kutai Barat, serta tunjangan kualifikasi untuk guru yang studi sarjana.

Sumber Artikel Resmi : Kaltim Post